Bahasa Indonesia  Nederlands  English

Home |   Kunjungan |   Informasi |   Program |   Sponsor |   Sitemap

logo Museum Bahari




Jam operasional
Akses dan fasilitas
Harga tiket
Berkunjung ke museum 
Kunjungan kelompok
Layanan Masyarakat
Suvenir

Berkunjung ke Museum

Anda dapat mengunjungi Museum Bahari dengan kendaraan sendiri, taksi atau sarana transportasi umum.


Mobil sendiri atau taksi

Dengan menempuh “Jalan Tol Pelabuhan” dan melalui pusat kota lama ‘Kota’, Anda dapat mencapai museum dengan mobil atau taksi. Kami sangat menganjurkan agar Anda menggunakan rute melalui jalan tol untuk menghindari kemacetan lalu-lintas di Kota. 

“Jalan Tol Pelabuhan” dari arah SLIPI atau bandara Soekarno Hatta:
Keluarlah di Sunda Kelapa.
Belok kiri di Jl. Gedung Panjang dan telusuri jalan ini sekitar 150 meter.
Putar balik.
Sesudah menempuh jarak 80 meter di Jl. Gedung Panjang, belok kiri di Jl. Pakin.
Setelah menempuh jarak 200 – 250 meter di Jl. Pakin (kanal berada di sebelah kanan Anda), Anda akan melihat Menara tua Kantor Syahbandar.

“Jalan Tol Pelabuhan” dari arah Ancol atau Pelabuhan Tanjung Priok:
Keluarlah di Sunda Kelapa.
Belok kanan, di bawah jalan tol di Jl. Gedung Panjang.
Putar balik sesudah menempuh jarak sekitar 200 meter.
Setelah menempuh jarak 80 meter di Jl. Gedung Panjang, belok kiri di Jl. Pakin.
Sesudah menempuh jarak 200 – 250 meter di Jl. Pakin (kanal berada di sebelah kanan Anda), Anda akan melihat Menara tua Kantor Syahbandar.

Dari arah pusat kota ‘Kota’ atau Monas:
Terus ke Jl. Gajah Mada dan telusuri jalan ini.
Anda akan melewati pusat perbelanjaan Mangga Besar di sebelah kanan Anda dan tempuh jalan ini ke arah Stasiun Kota.
Setelah sampai di Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia (dua gedung besar bersejarah) di sebelah kiri Anda, belok kiri dan seberangi jembatan di atas Kali Besar.
Langsung sesudah melewati jembatan ini belok kanan di Jl. Kali Besar Barat dan telusuri jalan ini.
Di persimpangan Kali Besar Timur 3, belok kanan dan langsung ke kiri di Jl. Cengkeh dan telusuri jalan ini di bawah jalan raya utama (Jalan Tol Pelabuhan).
Ketika Anda menelusuri jalan ini (perhatikan kondisi buruk jalan ini) Anda akan melihat Menara Tua Kantor Syahbandar di sebelah kanan Anda.

Karena kondisi jalan ini dan karena orang sudah pada tahu kemacetan lalu-lintas di daerah Kota, maka kami tidak merekomendasikan rute ini.


Sarana transportasi umum

Transjakarta
Dengan menggunakan sarana transportasi umum, Museum Bahari dapat dicapai dengan beberapa cara. Apabila Anda naik bus Transjakarta, keluarlah di Stasiun Kota. Dari Stasiun Kota ada beberapa opsi: Mikrolet atau ‘minibus’ Kopami, badjaj atau ojek, sepeda ontel atau jalan kaki. Awas copet yang sering beraksi di sekitar Stasiun Kota. Jaga barang bawaan Anda.


Mikrolet atau ‘minibus’ Kopami
Di luar Stasiun Kota naik Mikrolet (berwarna biru muda) trayek no. 15 atau ‘bus mini’ Kopami (berwarna biru tua) trayek no. 2. Kedua sarana transportasi ini menempuh rute yang sama ke museum. Ketika Anda naik sarana angkutan ini (mikrolet) katakan pada sopir bahwa Anda mau pergi ke “Jalan Pasar Ikan”. Ongkosnya sekitar Rp. 2.500,- per orang (wisatawan dan orang Indonesia). Mungkin ongkosnya masih dapat ditawar, tapi biasanya kira-kira sebesar itu. Kalau lalu-lintas macet, masa tempuhnya sekitar 10 – 15 menit; kalau lancar, sekitar 5 – 10 menit.
Mikrolet Selama perjalanan Anda akan melewati gedung bersejarah seperti Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia di sebelah kiri Anda, dan jembatan di atas Kali Besar yang akan Anda seberangi dan membelok ke kanan. Melalui Jl. Cengkeh Anda akan menyeberangi “Jalan Tol Pelabuhan”. Sesudah kendaraan menelusuri “Jalan Tol Pelabuhan” perjalanan berlanjut sekitar 100 – 150 meter hingga Anda tiba di pertigaan di mana kendaraan Anda perlu keluar.

Di pertigaan ini Anda melihat Menara tua Kantor Syahbandar. Di sini Mikrolet akan berbelok ke kanan dan meneruskan perjalanan melalui Jl. Krapu dan Jl. Lodan ke Ancol; Kopami akan belok kiri dan meneruskan perjalanan melalui Jl. Pakin ke arah Pluit.

Sepeda ontel
Berikutnya dengan jalan kaki, jelas ini merupakan opsi yang paling ramah dengan lingkungan. Ongkos membonceng sepeda “klasik peninggalan Belanda” sekitar Rp 5.000,- per orang. Ongkosnya mungkin masih bisa ditawar, tapi biasanya sebesar itu.
Sepeda ontel
Kita dibonceng mulai dari Stasiun Kota selama 5 hingga 10 menit yang tergantung pada kemacetan lalu-lintas. Bila menggunakan opsi ini Anda harus berhati-hati: pengendara sepeda ini bukanlah pemain terkuat di bidang jenis angkutan ini. Pada khususnya pengendara sepeda motor punya reputasi (yang meragukan) di Jakarta.




Jalan kaki

Jalan kaki mulai dari Taman Fatahillah (di Museum Sejarah) atau Stasiun Kota tentunya gratis, kecuali bahwa Anda kehilangan 15 menit waktu yang berharga.
Anda melewati dua gedung bersejarah Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia. Setelah sampai di Bank Indonesia, belok kiri dan seberangi jembatan di atas Kali Besar. Sesudah ini, belok kanan dan telusuri Jl. Kali Besar Barat dekat kali ini. Di persimpangan Jl. Kali Besar Timur 3 teruskan langkah ke Kali Besar Barat hingga ke bawah Jalan Tol Pelabuhan. Teruskan langkah sepanjang kali atau melalui jalan di dekatnya yakni Jl. Kakap. Di Jl. Kakap Anda akan melihat bangunan Galangan VOC, yang dulunya merupakan galangan perahu layar VOC. Di hadapan kanal Anda akan melihat Menara Tua Kantor Syahbandar.


 

Disclaimer - All Rights Reserved 2008-2009, Museum Bahari Indonesia
 - Last updated: June 2009 -