Berita
Museum Bahari


07-10-2013

BERWISATA KE MUSEUM BAHARI "KENCAN DENGAN ARWAH NONI BELANDA"

 

 

Tiap bangunan kuno, selain memiliki sejarah yang panjang, juga menyimpan misteri yang menjadi cerita rakyat di sekitarnya. Begitu pula dengan Museum Bahari yang terletak di Jl Pasar Ikan 1, Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Tiga bangunan bertingkat tersebut, memang sudah tua karena didirikan pada abad 17 dan 18 sesuai yang tertera di pintu utama masing-masing gedung.

Gedung tersebut dahulunya adalah gudang rempah-rempah VOC Belanda. Menurut cerita para nelayan di sekitar Pasar Ikan, Penjaringan dan Pelabuhan Sunda Kelapa, dahulu di lingkungan pergudangan tersebut ada seorang gadis yang cantik bernama Emma, putri mandor gudang tersebut, seorang Belanda.

Secara diam-diam gadis tersebut menjalin cinta dengan penjaga gudang, seorang pribumi keturunan Ambon bernama Yakob. Namun ketika di Batavia terjangkit wabah penyakit kolera tahun 1780, sang Mandor mengungsikan putrinya ke Pulau Onrust yang lebih aman, karena jauh dari kemungkinan penyebaran wabah dimaksud.

Tapi akhirnya Emma justru meninggal di pulau itu dengan menanggung rindu, dan dimakamkan juga di situ. Sedangkan Yakob juga tidak mampu menahan dukanya. Akhirnya tidak konsentrasi dalam bekerja sehingga dipulangkan ke Ambon. Setelah itu tidak diketahui lagi bagaimana kabarnya.

Karena itu bila nelayan melihat gadis Belanda menampakkan diri baik di pantai maupun di sekitar Museum Bahari, mereka menganggap sedang ditemani Si Emma, gadis berambut pirang yang malang itu. Di Pulau Onrust sendiri juga ada cerita semacam itu. Tidak jarang pemancing melihat gadis Belanda malam hari menampakkan diri di pulau tersebut.

Sukma, pemandu wisata di Museum Bahari mengakui adanya cerita misteri tersebut. “Kalau nelayan-nelayan tua masih percaya itu Pak,” kata Sukma kepada KabarPenjaringan, Kamis (17/5/2012) petang, yang keluarganya juga tinggal di dekat Masjid Luar Batang, tidak jauh dari kawasan Pasar Ikan.

Pengalaman Kru Televisi

Cerita misteri dari Museum Bahari, juga diungkapkan Suprihardjo, wartawan senior yang banyak menulis masalah wisata. Setengah tahun yang lalu, katanya, juga ada kru televisi swasta meliput cerita sejarah Museum Bahari dan kehidupan di sekitarnya. Inilah cerita Pak Pri, panggilan akrab Suprihardjo.

“Ketika memasuki gedung C yang didirikan tahun 1779 itu, terjadi keanehan. Gian, pembawa acara stasiun televisi tersebut, tiba-tiba meninggalkan pembicaraan bersama beberapa orang dan berjalan sendiri menuju salah satu ruangan,” kata Pak Pri, mantan jurnalis dari Harian Berita Buana ini, mulai bercerita.

Ketika kembali, ia menuturkan baru saja menemui orang yang memanggilnya. Kemudian mengecek kepada Sukma, apakah di sini ada penghuni seorang gadis Belanda? Tentu saja dijawab tidak. Yang ada hanya kucing beranak-pianak di situ. Kontan Gian jatuh pingsan. Baru setelah semuanya berlalu, Sukma baru berani mengungkapkan adanya cerita misteri tersebut. Termasuk kepada seluruh kru televisi yang meliputnya.

“Boleh percaya boleh tidak. Soal kebenaran cerita itu, wallahu a’lam bissawab, hanya Allah yang mengetahui di balik rahasia cerita itu,” kata Suprihardjo, yang sekarang lebih memilih sebagai wartawan penulis free lance ini.

1.500 Pengunjung Setiap Bulan

Berapa sebenarnya jumlah pengunjung Museum Bahari? Tidak menentu. Namun kata Kepala Subbag TU, Irfal Guci, rata-rata per bulan antara 1000 sampai 1500 orang. Pada musim liburan seperti sekarang ini, bisa mencapai 3000 sampai 5000. Namun pada waktu sepi, misalnya musim tahun ajaran baru bulan Agustus, kurang dari 1000 orang sebulan. Di museum bahari banyak ditemukan orang berkeliling mengendarai sepeda.

Mereka itu adalah pengunjung Museum Bahari juga. Ada yang naik sepeda onthel berombongan dua atau tiga orang. Ternyata mereka itu di pandu oleh pemilik sepeda yang menyewakan kendaraannya kepada wisatawan yang berkunjung ke Taman Fatahillah, Kota Tua. Pemilik usaha sepeda itu sendiri, memiliki paket wisata sepeda yaitu Museum Wayang, Pelabuhan Sunda Kelapa, Masjid Keramat Luar Batang, Museum Bahari dan Menara “Miring” Syahbandar.

Karena itu, orang-orang Museum Bahari mengakui persewaan sepeda onthel memiliki andil dalam memasyarakatkan keberadaan museum k



21-07-2013

KEKAYAAN LAUT INDONESIA

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dan memiliki berbagai macam kekayaan alam yang sangat berlimpah. Maka, apabila anda benar-benar seseorang yang mencintai tanah air ini, mari kita bersama-sama memberikan kontribusi untuk tanah air kita, salah satunya dengan cara menjaga kekayaan laut Indonesia.

Betapa potensial sekali negeri ini, apalagi jika ditengok dari potensi kelautannya.Jika dilihat dari letak geografis dan garis lintang serta bujur, Indonesia adalah surga bagi ikan-ikan untuk berkeliaran dan mencari nafkah. Mulai dari ikan yang paling imut (ikan teri), ke yang berisi seperti tongkol, yang karnivor seperti piranha dan hiu, lambang harapan lumba-lumba, sampai lambang kekuatan paus.

Ada potensi pengembangan rumput laut yang menjadi komoditi eksport, garam yang menjadi asupan mineral manusia, udang, kepiting, siput, bahkan sampai hewan langka seperti kura-kura dan penyu juga sangat berguna.      

Oleh sebab itu perlunya peran pemerintah untuk menjaga dan melindungi terumbu karang yang merupakaan tempat berlindungnya ikan dan juga sebagai tempat pemijahan ikan. Pemerintah perlu mengawasi dan melarang nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, pemboman,dan menggunakan zat berbahaya yang dapat merusak terumbu karang.
 
 

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam. Dengan luas lautan hampir 70% dari total keseluruhan luas negara Indonesia, Sebesar 14 persen dari terumbu karang dunia ada di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis karang hidup di dalamnya, tetapi belum banyak dipahami betul nilainya bagi bangsa Indonesia.

 

Terumbu karang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia yang memiliki struktur alami serta mempunyai nilai estetika yang tiada taranya. Selain sebagai lingkungan yang alami, terumbu karang juga mempunyai banyak manfaat bagi manusia dalam berbagai aspek ekonomi, sosial dan budaya.

Kekayaan spesies terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya tampak berlimpah di Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur. Segitiga Terumbu Karang yang disebut juga sebagai “Amazon of the Seas” mencakup wilayah perairan tengah dan timur Indonesia, Timor Leste, Filipina, Sabah-Malaysia, Papua Niugini, dan Kepulauan Salomon diperkirakan dihuni sekitar 3.000 spesies ikan.
Sayang, ternyata banyak terumbu karang yang rusak. Menurut data dari Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang di Indonesia atau Coral Reef Rehabilitation Management Program Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (COREMAP LIPI), hanya 6,83 persen dari 85.707 km2 terumbu karang yang ada di Indonesia berpredikat sangat baik (excellent). Terumbu karang yang sangat baik itu tersebar di 556 lokasi. Sungguh sangat disayangkan sekali, kekayaan alam yang sangat berlimpah di negri ini, tidak kita jaga dengan baik, dan kita lestarikan keberadaannya.

Sementara, dengan memiliki lebih dari 2500 jenis ikan yang hidup dan berkembang biak di perariran Indonesia, sangat disayangkan sekali belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh rakyat Indonesia, nelayan Indonesia belum dapat hidup makmur, padahal negara kita terkeal dengan kekayaan lautnya. Pemerintah terkesan seperti tutup mata dan tidak terlalu menanggapi permasalahan mengenai banyaknya nelayan asing, yang secara sengaja menggunakan bendera Indonesia di kapal mereka, lalu bebas menangkap ikan di daerah laut Indonesia. Hal tersebut menunjukan lemahnya hukum dan kurangnya ketegasan dan tindakan pengamanan perairan Indonesia dari pemerintah.
Lemahnya perlindungan pemerintah terhadap laut Indonesia, maka menyebabkan banyak kerusakan kekayaan laut Indonesia, seperti kerusakan terumbu karang akibat penggunaan pukat harimau, penggunaan bom ikan, dan banyak hal lainnya, sehingga banyak kerusakan yang diakibatkan oleh hal-hal tersebut.

Kekayaan laut Indonesia sangat memiliki potensi yang tinggi. Baik dari segi perdagangan hasil laut, maupun dari segi pariwisata. Dengan keaneka ragaman dan berlimpahnya kekayaan laut negri ini, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor ikan, udang dan berbagai jenis hewan laut lainnya untuk dikirim ke luar negeri utuk diolah sebagai bahan makanan, ikan-ikan


18-07-2013

DUTA WISATA BAHARI II 

Pada Tanggal 13 Juli 2012 Musium Bahari Mengadakan Acara DUTA WISATA BAHARI yang ke-2 Kalinya Tidak Kalah dengan DUTA WISATA BAHARI yang Pertama DUTA WISATA BAHARI II ini Juga Mengadakan Pembelajaran DiPulau Bidadari Kepulauan Seribu Dengan Tujuan Supaya Para DUTA WISATA Mengerti Tentang Seluruh Kegunaan Dan Mafaat Laut Yang Luas Di Indonesia ini...

Para Peserta DUTA WISATA BAHARI 2 Melakukan Pembelajaran Tentang Kelautan Manfaat Laut Bagi Masyarakat dan Banyaknya Sumber Daya Alam DiLaut Yang Belum DiManfaatkan Oleh Masyarakat Indonesia Sehingga Mereka Dapat Gambaran Untuk Membudidayakan laut dan Memanfaatkan Laut Yang ada di Indonesia ini...

Peserta DUTA WISATA BAHARI 2 Merasa Sangat Terkesan Dengan Pembelajaran yang Mereka dapatkan dari Acara ini, Mereka Menulis pengalaman dan pendidikan Apa saja Yang Mereka dapat ketika dididik di DUTA WISATA BAHARI 2 



Next