|
|
Publikasi
“Jakarta Berawal dari Pelayaran dan Pelabuhan”
Terhitung sejak Desember 2008 Museum Maritim, juga dikenal sebagai
Museum Bahari, akan membuka pameran yang bertemakan “Jakarta, Berawal dari Pelayaran
dan Pelabuhan” yaitu pelabuhan Sunda Kelapa. Fokus dari pameran selama sebulan bulan
ini adalah melestarikan tradisi bahari Indonesia dan terutama peran dari Jakarta sebagai
kota pelabuhan.
Oleh karena itu beberapa negara-negara seperti Turkey, Belanda, Swedia, India,
Yunani dan China yang telah menyatakan akan ikut berpartisipasi dalam pameran
ini.

Pameran terdiri dari tiga bagian terbesar: sejarah dan fungsi dari Sunda Kelapa, kapal internasional dan nasional yang mampir ke Sunda Kalapa dan peran dari
perusahaan-perusahaan dalam pengembangan pelabuhan ini. Pameran ini akan
memberi kesempatan kepada pengunjung yang hadir sebuah tantangan, suatu
kesempatan untuk bermain atau ikut lomba yang interaktif. Seperti
lomba mendisain model perahu, lomba puisi kebaharian, serta wisata bahati ke
pulau seribu yang sangat terkenal.
Tiket masuk pameran adalah gratis. Hanya dengan membayar Rp. 1.000 sampai dengan
2.000 sebagai tiket masuk museum, pengunjung sudah dapat memasuku museum sekaligus
menikmati pameran yang sedang berlangsung. Atau dengan membayar sekit lebih mahal
(pembayaran resmi di loket), sejumlah tamu dapat diguide baik dalam bahasa Indoneria
maupun bahasa Inggris yang akan menceritakan kepada kamu lebih banyak tentang sejarah
dari bangunan Museum.
Museum Bahari buka setiap hari dari 9.00 pagi sampai dengan 3.00 sore kecuali
tiap hari Senin Museum libur.
Pameran ini sesuai dengan misi dari manajemen Museum yaitu menjadikan Museum Bahari
di Jakarta sebagai institusi kunci untuk pemeliharaan budaya bahari Indonesia.
|